PALOPO – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palopo terus berkomitmen memperluas edukasi perpajakan. Langkah ini menyasar sektor pendidikan tinggi secara intensif. KPP Pratama Palopo menggelar sosialisasi khusus bagi para akademisi. Pesertanya meliputi dosen hingga guru besar di wilayah Luwu Raya.
Upaya ini bertujuan untuk membangun sinergi kuat antara otoritas pajak dan dunia pendidikan. Selain itu, kegiatan ini memastikan pendidik memahami kebijakan perpajakan terbaru secara komprehensif.
Mengapa Literasi Pajak bagi Akademisi Sangat Vital?
Dosen dan guru besar bukan sekadar wajib pajak biasa. Sebaliknya, mereka adalah figur intelektual yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Oleh karena itu, KPP Pratama Palopo berharap akademisi bisa menjadi jembatan informasi. Hal ini penting agar mahasiswa mendapatkan edukasi pajak yang akurat.
Selain itu, pemahaman pajak yang benar sangat membantu dosen dalam mengelola keuangan. Misalnya, saat mereka menerima dana hibah penelitian atau penghasilan tambahan lainnya. Jadi, pemahaman ini akan mencegah terjadinya kesalahan administrasi di masa depan.
BACA JUGA:Masjid Jami Tua Palopo Dibangun Tanpa Semen
![]()
Mendorong Budaya Sadar Pajak di Kampus
Kepala KPP Pratama Palopo menegaskan bahwa kolaborasi dengan universitas adalah kunci utama. Melalui kerja sama ini, rasio kepatuhan pajak nasional diharapkan dapat meningkat. Terlebih lagi, keterlibatan guru besar membuat pesan tentang pentingnya pajak terasa lebih kredibel bagi publik.
Selama sesi diskusi, para peserta tampak sangat antusias. Mereka banyak bertanya mengenai teknis pajak royalti buku dan insentif penelitian. Oleh sebab itu, edukasi digital melalui aplikasi perpajakan kini menjadi fokus utama untuk memudahkan para pendidik.


















