Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Masjid Jami Tua Palopo Dibangun Tanpa Semen

banner 120x600
banner 468x60

PALOPO Masjid Jami Tua Palopo terus mengundang decak kagum wisatawan dan peneliti sejarah karena struktur bangunannya yang unik dan tahan lama selama ratusan tahun.para arsitek masa lalu menggunakan teknik susunan batu gunung dan putih telur sebagai perekat alami guna menyatukan dinding masjid yang tebal.

Pihak pengelola masjid menjelaskan bahwa struktur dinding setebal hampir satu meter tersebut mampu meredam panas matahari dengan sangat baik. Hasilnya, para jemaah tetap merasakan kesejukan alami di dalam ruangan meskipun cuaca di luar Kota Palopo sedang sangat terik.

banner 325x300

Rahasia Konstruksi dan Kekuatan Kayu Cinaduri

Sejarah mencatat bahwa pembangunan masjid ini menggunakan kayu cinaduri yang sangat langka dan memiliki ketahanan terhadap serangan rayap. Selain itu, tiang utama atau soko guru masjid ini hanya terdiri dari satu batang kayu utuh yang melambangkan keesaan Tuhan dalam ajaran Islam. Dengan demikian, perpaduan antara batuan alam dan kayu berkualitas tinggi menciptakan mahakarya arsitektur yang tetap utuh meski telah melewati berbagai guncangan gempa bumi.

Baca Juga:Rahasia Dinding Masjid Jami Tua Palopo 400 Tahun

Terbuat dari Putih Telur, Masjid Jami yang Berusia 4 Abad Masih Kokoh  Berdiri hingga Kini - Bagian 1

kelestarian Masjid Jami Tua Palopo menjadi prioritas utama pemerintah daerah sebagai salah satu cagar budaya terpenting di Sulawesi Selatan. Langkah konservasi yang hati-hati membuktikan penghargaan masyarakat Luwu terhadap warisan peradaban Islam yang sangat bernilai tinggi.

“Kami sangat bangga memiliki warisan sejarah yang menunjukkan kecerdasan nenek moyang kita dalam bidang konstruksi. Sebab, Masjid Jami Tua ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol kejayaan dan kearifan lokal masyarakat Palopo,” ujar salah seorang tokoh adat setempat.

Harapan bagi Pelestarian Wisata Religi

Pada akhirnya, daya tarik masjid tanpa semen ini akan terus meningkatkan kunjungan wisata religi ke Kota Palopo setiap tahunnya. Hasilnya, ekonomi kreatif masyarakat di sekitar kawasan masjid ikut bertumbuh seiring dengan ramainya peziarah yang datang dari berbagai daerah. Pada akhirnya, sinergi antara perawatan fisik bangunan dan edukasi sejarah akan menjaga Masjid Jami Tua tetap kokoh bagi generasi mendatang.

Pemerintah kota mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesucian area masjid demi kenyamanan seluruh pengunjung. Sebab, menjaga situs bersejarah merupakan tanggung jawab kolektif agar identitas budaya kita tidak hilang tergerus oleh zaman yang semakin modern.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *