Palopo– Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan kembali pentingnya data sebagai dasar perencanaan dalam setiap program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini ia sampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Palopo Amira Maulidyanti dan jajaran Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, kemarin.
“Setiap program harus menggunakan DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional). Semua harus berbasis data, data, data. Tanpa data yang kuat, program tidak akan tepat sasaran,” tegas Agus dalam keterangan tertulisnya.
Sekolah Rakyat Jadi Prioritas
Salah satu fokus pembahasan dalam audiensi tersebut adalah program Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Presiden menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, masing-masing berkapasitas 1.000 siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Wali Kota Palopo, Amira Maulidyanti, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palopo telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Namun, Agus Jabo memberi catatan penting: status lahan harus jelas.
“Palopo harus punya Sekolah Rakyat. Tapi lahan yang disiapkan harus bersertifikat atas nama Pemkot. Jangan sampai nanti ada sengketa. Program besar ini tidak boleh terhambat masalah administrasi,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi sarana pendidikan formal. Ia menekankan pendekatan talent mapping yang bertujuan membentuk generasi berkarakter, terampil, dan religius.
“Siswa Sekolah Rakyat harus mampu menguasai keterampilan praktis, punya karakter kuat, dan menguasai minimal dua bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan global,” papar Agus.
Baca Juga: Polres Palopo Bekuk Truk Pembawa Solar Subsidi Ilegal dari Toraja Utara
Teknologi untuk Semua
Selain fokus pada pendidikan, Agus juga menyoroti persoalan kesenjangan teknologi. Menurutnya, pemerataan akses digital merupakan kunci agar anak-anak dari keluarga miskin tidak tertinggal dari anak-anak kaya.
“Mulai SD hingga SMA, setiap siswa Sekolah Rakyat akan diberikan laptop. Kita tidak ingin ada kesenjangan digital lagi. Semua anak harus punya kesempatan yang sama,” tegasnya.
Rumah Layak Huni dan Sanitasi
Wamensos juga menyinggung masalah kesehatan masyarakat akibat sanitasi buruk dan rumah tidak layak huni. Ia mencontohkan kondisi rumah tangga di desil 1 dan 2 DTSEN yang banyak masih tinggal di hunian tidak sehat.
“Inilah alasan Presiden Prabowo menggagas pembangunan 3 juta rumah layak huni. Karena kemiskinan bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kualitas hidup. Rumah sehat akan menekan angka penyakit, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat pengentasan kemiskinan,” jelas Agus.


















