Palopo– Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kali ini, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan berupa satu unit mobil penyedot tinja berkapasitas 4.000 liter. Kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan dapat memperkuat layanan sanitasi sekaligus mencegah terjadinya permasalahan serius dalam sistem pembuangan limbah rumah tangga maupun lingkungan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Palopo, Harianto, menjelaskan bahwa pengadaan mobil tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2025. Bantuan ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pengelolaan sanitasi di daerah.
Kementerian PU Serahkan Mobil Penyedot Tinja ke Palopo
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kendaraan ini tidak hanya sekadar sarana teknis, tetapi juga bagian dari strategi Pemkot Palopo dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Selama ini, persoalan air limbah rumah tangga sering kali diabaikan dan baru disadari ketika muncul dampak besar, seperti genangan limbah, bau tak sedap, atau saluran yang tersumbat. Dengan adanya mobil penyedot tinja, penanganan bisa lebih cepat dan efektif.
Penggunaan jasa mobil ini akan diberlakukan biaya tertentu sesuai klasifikasi bangunan, baik untuk rumah tangga, perkantoran, maupun bangunan komersial. Sistem retribusi ini dirancang agar operasional kendaraan dapat berkelanjutan sekaligus memberikan jaminan layanan yang merata.
Baca Juga: Rektor UMB Palopo Umumkan Beasiswa Rp1,8 Miliar untuk Alumni Wisuda Angkatan XVI
Kementerian PU Kucurkan Bantuan Mobil Penyedot Tinja untuk Palopo
Menurut Harianto, keberadaan mobil ini juga sejalan dengan visi Pemkot Palopo menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. “Bantuan kendaraan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat untuk mendukung upaya pengangkutan lumpur tinja. Harapannya, lingkungan bisa semakin bersih dan kualitas kesehatan masyarakat ikut meningkat,” jelasnya.
Selain manfaat teknis, kehadiran mobil penyedot tinja ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan air limbah. Pemkot berencana menggandeng RT/RW hingga kelurahan untuk melakukan sosialisasi mengenai jadwal layanan dan pentingnya menjaga kebersihan sanitasi rumah tangga. tidak hanya semakin siap menghadapi tantangan sanitasi perkotaan.


















