Palopo– Peringatan hari bersejarah itu digelar melalui doa bersama dan pemotongan tumpeng. Tidak seperti biasanya, acara tersebut tidak berlangsung di gedung DPRD Sulsel, melainkan di kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulsel yang sementara menjadi tempat beraktivitas para legislator. Gedung DPRD Sulsel sendiri masih belum bisa digunakan setelah insiden kebakaran akibat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Tepat setahun sudah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024–2029 menjalankan amanah rakyat. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, para wakil rakyat ini resmi dilantik pada 24 September 2024. Kini, satu tahun masa kerja mereka diperingati dalam suasana penuh keakraban dan kesederhanaan.
Cicu: Momentum Sederhana, Semangat Tetap Besar
Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi atau akrab disapa Cicu, menyampaikan bahwa peringatan satu tahun ini memang digelar dengan sangat sederhana. Ia menegaskan bahwa tidak ada kegiatan kunjungan kerja ke luar daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahun ini. Semua agenda dilakukan di kantor sementara demi efisiensi dan menjaga stabilitas situasi.
“Renja tahun ini hanya dibahas di kantor dan dilaksanakan secara sederhana,” ujar Cicu dalam sambutannya, didampingi para wakil ketua dewan.
Baca Juga: Inflasi Palopo Terkendali di 2,75 Persen Wali Kota Naili Paparkan Strategi TPID
Meski begitu, ia mengingatkan seluruh anggota dewan untuk tetap bersemangat dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran. Menurutnya, tempat sementara bukanlah halangan untuk tetap mengawal aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan.
“Saya bersama pimpinan lainnya memohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dalam ritme kerja kita. Tapi yang perlu dipahami adalah bagaimana semangat kita untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Ajakan untuk Bersatu di Tengah Perbedaan
Dalam pidatonya, Cicu menekankan pentingnya kebersamaan di antara anggota dewan, meski mereka berasal dari partai politik yang berbeda-beda. Ia menilai perbedaan pendapat merupakan hal wajar dalam politik, namun tujuan utama tetap harus sama: memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
“Kadang kita berbeda pendapat karena berasal dari partai yang berbeda. Namun ada satu kebersamaan yang harus selalu kita jaga, yakni kita semua adalah perwakilan rakyat dengan tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan daerah,” ungkapnya.


















