Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe
Palopo  

Fangki Murung di Balik Jeruji, Akui Ikut Demo Karena Iming-Iming Uang

Fangki Murung di Balik Jeruji, Akui Ikut Demo Karena Iming-Iming Uang

banner 120x600
banner 468x60

Palopo– Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Palopo, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh. Dua orang ditangkap polisi karena diduga menjadi provokator kerusuhan. Salah satunya adalah Fangki (25) yang secara mengejutkan mengaku ikut aksi bukan karena idealisme, melainkan karena dijanjikan bayaran Rp 400 ribu.

Pengungkapan ini menambah babak baru dalam kasus kerusuhan demo yang seharusnya menjadi ajang penyampaian aspirasi masyarakat. Polisi pun kini mendalami pengakuan Fangki untuk menelusuri siapa pihak yang diduga membayar massa.

banner 325x300

Wajah Lesu di Balik Jeruji Besi

Rilis Polres Palopo pada Rabu (3/9/2025) memperlihatkan kondisi Fangki di dalam sel tahanan. Ia tampak murung, berambut acak-acakan, dan mengenakan kaos hitam bertuliskan Indonesia Family. Di balik dinding kuning penuh coretan, Fangki berdiri tanpa banyak bicara.

Keterangan singkat yang keluar dari mulutnya cukup mengejutkan: ia datang bukan karena panggilan hati, melainkan karena iming-iming uang. “Dijanjikan Rp 400 ribu,” aku Fangki di hadapan polisi.

Polisi Dalami Peran ‘Egi’

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriadi, menegaskan pihaknya akan mengusut serius pengakuan Fangki. Nama seorang mahasiswa bernama Egi disebut-sebut sebagai pihak yang menjanjikan uang tersebut.

“Saya (sudah) komunikasi dengan Kasat Reskrim. (Egi) akan segera dipanggil untuk dimintai keterangannya,” jelas Supriadi.

Meski begitu, Supriadi menambahkan bahwa sejauh ini pemanggilan pihak kampus belum dilakukan. Fokus utama polisi adalah menelusuri siapa aktor di balik mobilisasi massa bayaran ini.

Demo Mahasiswa di DPRD Palopo Ricuh, Belasan Orang Luka

Baca Juga: Kerusakan Gedung DPRD Palopo Usai Demo Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

Bantahan dari Kampus

Nama kampus Politeknik Dewantara Palopo ikut terseret setelah Fangki menyebut adanya keterlibatan seorang mahasiswa. Namun, pihak kampus dengan tegas membantah tudingan tersebut.

Kepala Humas Politeknik Dewantara, Chalik Mawardi, hadir langsung ke Polres Palopo untuk memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa mahasiswa bernama Egi Pumbura, satu-satunya mahasiswa dengan nama Egi di kampus tersebut, tidak hadir dalam aksi demo.

“Ingin kami sampaikan bahwa di Politeknik Dewantara hanya ada satu mahasiswa yang namanya Egi, yaitu Egi Pumbura. Kami dapat memastikan Egi ini tidak mengikuti aksi demonstrasi di DPRD Palopo,” tegas Chalik.

Pengakuan Fangki membuka fenomena lama yang kerap terjadi dalam setiap aksi demonstrasi: massa bayaran. Dalam situasi tertentu, aksi yang seharusnya menjadi wadah aspirasi murni malah disusupi pihak-pihak yang memanfaatkan momentum untuk kepentingan tertentu.

Fenomena ini membuat masyarakat sulit membedakan antara aksi tulus mahasiswa atau rakyat, dengan kericuhan yang dipicu kepentingan bayaran. Polisi menegaskan akan mengusut tuntas pihak-pihak yang mengorganisasi dan membiayai massa bayaran tersebut.

Penegakan Hukum Berlanjut

Polres Palopo memastikan penanganan kasus perusakan gedung DPRD Palopo dilakukan secara tegas. Dua orang pelaku sudah diamankan, sementara penyelidikan terhadap pihak lain masih berjalan.

“Info Kasat Reskrim, (Egi) akan dipanggil secepatnya. (Adapun pemanggilan pihak kampus) belum mengarah ke sana,” tambah Supriadi.

Dengan perkembangan ini, publik menanti langkah aparat dalam menegakkan hukum sekaligus mengungkap siapa sebenarnya dalang di balik kericuhan di DPRD Palopo.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *