Palopo– Suasana penuh kebanggaan menyelimuti Saodenrae Convention Center, Palopo. Universitas Mega Buana (UMB) Palopo menggelar wisuda angkatan XVI periode IV, menutup rangkaian wisuda tahun ini dengan total 1.808 lulusan dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, bukan hanya toga dan selempang kelulusan yang menjadi sorotan, melainkan juga sebuah kabar gembira dari sang Rektor.
Rektor Universitas Mega Buana Palopo, Prof. Dr. Nilawati Uly, S.Si., Apt., M.Kes., CIPA, mengumumkan bahwa Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo telah menyiapkan beasiswa senilai Rp1,8 miliar khusus untuk para alumni yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Alhamdulillah, tahun ini kita meluluskan lebih dari 1.808 wisudawan. Sebagai bentuk apresiasi, Yayasan memberikan beasiswa masing-masing Rp1 juta untuk alumni yang ingin melanjutkan studi ke profesi, magister, maupun program doktor. Ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung peningkatan kualitas SDM,” ucap Prof. Nilawati disambut tepuk tangan meriah ribuan wisudawan dan tamu undangan.
Wisuda Spesial dengan Kejutan Beasiswa
Wisuda periode IV ini diikuti oleh 564 wisudawan, melengkapi total keseluruhan dari empat periode yang sebelumnya telah berlangsung: periode I (124 orang), periode II (591 orang), periode III (529 orang).
Menurut Prof. Nilawati, beasiswa tersebut bukan hanya bentuk penghargaan atas capaian akademik, tetapi juga sebagai strategi universitas untuk terus mendorong peningkatan jenjang pendidikan alumni.
“Dari lulusan S1 bisa langsung lanjut profesi, dari S1 ke S2, bahkan S2 ke S3. Karena di UMB Palopo jenjang pendidikan sudah lengkap, jadi kami ingin memberi kemudahan agar alumni tidak berhenti belajar,” tambahnya.
Lulusan dari 20 Provinsi, Bukti UMB Palopo Kian Mendunia
Kehadiran wisudawan dari 20 provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa UMB Palopo semakin dikenal luas. Dari Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Sumatera, hingga Papua, para mahasiswa memilih Palopo sebagai tempat mereka menimba ilmu.
“Ini adalah kebanggaan sekaligus syukur kita bersama. Kepercayaan masyarakat dari berbagai daerah untuk kuliah di sini menjadi energi positif agar UMB terus berkembang,” tutur Prof. Nilawati.
Baca Juga: Truk Terperosok di Jembatan Palopo–Toraja Arus Lalu Lintas Lumpuh 5 Kilometer
Menariknya lagi, wisuda kali ini diwarnai kehadiran para pejabat penting. Dari total 564 wisudawan, terdapat tiga kepala dinas, seorang kepala kantor BPJamsostek, seorang Kasat Narkoba, serta delapan kepala puskesmas yang berhasil menyelesaikan pendidikan di program S2 Kesehatan Masyarakat melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Beberapa di antaranya adalah Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Buton Tengah, serta pejabat kesehatan dari Gorontalo, Baubau, Mamasa, hingga Papua. Hal ini semakin menegaskan peran UMB sebagai kampus yang mampu melahirkan pemimpin di sektor publik.
Pujian dari LLDIKTI dan Pemkot Palopo
Kegiatan wisuda juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan UMB Palopo.
“Mega Buana Palopo adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di wilayah IX Sultanbatara. Perkembangannya luar biasa, bahkan sudah setara dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia, karena jenjang pendidikannya lengkap, dari S1, S2, hingga S3,” ucapnya.
Pujian juga datang dari Staf Ahli Bidang Kesra Setda Kota Palopo, Drs. Taufik Gurrahman, M.Si, yang mewakili Wali Kota Palopo. Ia menilai langkah UMB memberikan beasiswa untuk alumni merupakan perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia.


















