Palopo– Jalur utama Palopo–Toraja Utara lumpuh total sepanjang lebih dari 5 kilometer setelah sebuah truk bermuatan kayu terperosok di Jembatan Salu Pomingtu, Kilometer 23, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.00 Wita. Truk yang diketahui berangkat dari Manado menuju Rantepao, Toraja Utara, tiba-tiba tergelincir ketika melintasi jembatan yang menjadi satu-satunya penghubung jalur utama Palopo–Toraja.
“Roda kendaraan tergelincir hingga akhirnya terperosok di badan jembatan,” jelas Lurah Battang Barat, Adam, saat dikonfirmasi.
Warga Gotong Royong di Tengah Malam
Kondisi gelap dan hujan deras membuat upaya evakuasi berjalan sulit. Warga setempat sempat berusaha membantu, namun karena medan licin dan waktu sudah larut, evakuasi penuh baru bisa dilakukan keesokan paginya. “Sekitar jam 12 malam mobil itu terperosok Warga sudah coba bantu, tapi karena hujan deras dan malam, akhirnya baru pagi bisa dilakukan pemindahan muatan,” kata Adam.
Ali Imran, seorang warga yang ikut membantu, menyebut kemacetan mengular hingga 5 kilometer. Banyak kendaraan, termasuk pedagang sayur dan truk angkut barang, tertahan berjam-jam di jalan. “Banyak pedagang sayur terjebak. Barang mereka kan cepat rusak, jadi warga berinisiatif menurunkan muatan kayu dari truk supaya jalan bisa dilalui kendaraan kecil lebih dulu,” tutur Ali.
Penumpang Pesawat Terpaksa Naik Ojek
Kemacetan panjang itu tidak hanya menyulitkan pedagang, tetapi juga menghambat sejumlah penumpang pesawat yang hendak ke Bandara I Laga Ligo Bua, Luwu.
Menurut Ali Imran, beberapa penumpang bahkan nyaris ketinggalan jadwal penerbangan. Karena jalan tidak bisa dilalui mobil, mereka terpaksa berganti kendaraan.
“Ada penumpang pesawat yang panik karena waktu mepet. Akhirnya mereka ditolong warga, diantar pakai ojek dari Battang Barat menuju bandara,” ujarnya.
Pemandangan penumpang pesawat yang bergegas menunggang ojek di tengah kemacetan panjang menjadi kisah tersendiri dalam insiden ini.
Baca Juga: DPPPA Palopo Peringati Hari Anak Nasional 2025 Gaungkan Program MBG
Lalu Lintas Kembali Normal
Setelah warga bersama aparat berhasil memindahkan muatan kayu dari truk, proses evakuasi berjalan lancar. Siang harinya, kendaraan sudah bisa kembali melintas.
“Alhamdulillah sekarang lalu lintas sudah normal. Kendaraan sudah bisa melintas dengan lancar,” kata Lurah Adam.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa jalur Palopo–Toraja yang sering dilintasi kendaraan berat masih sangat rawan kecelakaan, terutama di titik-titik jembatan dan tikungan menurun.
Titik Rawan yang Perlu Diwaspadai
Jalur Palopo–Toraja dikenal sebagai akses vital yang tidak hanya menghubungkan dua daerah, tetapi juga menjadi jalur logistik dan jalur wisatawan yang berkunjung ke Toraja Utara. Namun, kondisi jalan yang berkelok, licin saat hujan, serta sering dilewati kendaraan besar membuat jalur ini rentan insiden.
Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan jalur utama ini. “Kalau truk besar sering melintas, jembatan harus lebih diperhatikan. Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan,” ucap Ali Imran.


















