Palopo– Kasus HIV kembali menjadi sorotan di Sulawesi Selatan. Hingga Agustus 2025, tercatat 1.214 kasus HIV yang tersebar di sejumlah daerah, dengan Makassar menempati posisi tertinggi. Angka ini menandakan bahwa HIV masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.
Sebaran Kasus HIV di Sulsel
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, berikut sebaran kasus HIV di beberapa wilayah:
-
Makassar: 563 kasus
-
Gowa: 119 kasus
-
Palopo: 79 kasus
-
Bone: 46 kasus
-
Toraja Utara: 42 kasus
Angka ini menunjukkan dominasi Makassar sebagai daerah dengan beban kasus tertinggi. Sebagai kota metropolitan dengan mobilitas tinggi dan populasi padat, Makassar menjadi episentrum penularan HIV di Sulsel.
Faktor Penyebab: Seks Bebas hingga Penggunaan Jarum Suntik
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ishaq Iskandar, faktor perilaku menjadi penyumbang terbesar dalam meningkatnya kasus HIV. Hubungan seksual berisiko, terutama pada kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), menjadi dominan dengan 572 kasus.
Selain itu, penularan juga terjadi melalui:
-
Pelanggan pekerja seksual (59 kasus)
-
Wanita pekerja seksual (22 kasus)
-
Penggunaan jarum suntik tidak steril
-
Transfusi darah terkontaminasi
-
Penularan dari ibu ke bayi
Data ini mempertegas bahwa seks bebas tanpa kondom, penggunaan narkoba suntik, serta kurangnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi penyebab utama tingginya angka HIV.
Rentang Usia Rentan HIV
Kasus HIV di Sulsel mayoritas terjadi pada usia produktif:
-
25–49 tahun: 51%
-
15–24 tahun: 37%
Artinya, HIV paling banyak menyerang kelompok usia muda yang aktif secara seksual dan memiliki mobilitas sosial tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan serius karena menyangkut masa depan generasi produktif.
Strategi Pencegahan dari Dinkes
Baca Juga: Universitas Mega Buana Palopo Lengkapi Struktur Organisasi, Ini Pesan Rektor
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Yusri, menjelaskan bahwa upaya pencegahan dilakukan dengan strategi kombinasi, di antaranya:
-
Edukasi penggunaan kondom dan pelicin
-
Skrining dan pengobatan Infeksi Menular Seksual (IMS)
-
Penyediaan alat suntik steril
-
Program terapi rumatan metadon untuk pecandu narkoba suntik
Langkah ini ditujukan untuk menyasar populasi kunci seperti kelompok LSL, pekerja seks, pengguna narkoba suntik, serta usia muda.
Kepala Dinkes Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengakui bahwa angka HIV/AIDS di Makassar terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, hubungan sesama jenis mendominasi penularan, namun penanganannya menghadapi tantangan besar.


















