Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe
Berita  

Atlet Disabilitas Asal Palopo Ukir Prestasi di Kejurnas Bulutangkis

Atlet Disabilitas Asal Palopo Ukir Prestasi di Kejurnas Bulutangkis

banner 120x600
banner 468x60

Palopo– Semangat olahraga tidak pernah mengenal batas. Dari sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan, lahir sosok inspiratif yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dialah Saldy atlet bulutangkis asal Palopo yang sejak kecil harus hidup dengan kondisi disabilitas pada kedua tangannya.

Meski menghadapi tantangan besar dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Saldy memilih untuk tidak menyerah. Justru dari lapangan bulutangkis, ia menemukan jalan untuk menunjukkan bahwa tekad dan kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan.

banner 325x300

Perjalanan Panjang Sejak 2006

Kecintaan Saldy pada bulutangkis bukan datang secara tiba-tiba. Ia mulai aktif menekuni olahraga ini sejak tahun 2006, saat dirinya tergabung dalam National Paralympic Committee (NPC) Kota Palopo.

Sejak itu, Saldy tak henti-hentinya mengasah kemampuan. Keringat, air mata, dan perjuangan panjang ia bayar dengan berbagai prestasi. Di tingkat nasional, namanya tercatat sebagai peraih medali perunggu dan perak pada ajang Paralympic Nasional.

Namun yang lebih membanggakan, Saldy tak hanya berkompetisi di arena khusus disabilitas. Dengan percaya diri, ia juga kerap mengikuti turnamen bulutangkis umum bersama atlet non-disabilitas. Keikutsertaannya ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas permainan tidak bisa dinilai hanya dari kondisi fisik.

Tantangan di Balik Prestasi

Meski telah mengharumkan nama daerah, perjalanan Saldy sebagai atlet bukanlah kisah yang selalu mulus. Salah satu rintangan terbesar yang ia hadapi adalah keterbatasan biaya.

Ia bercerita bagaimana dirinya bersama rekan-rekan atlet disabilitas harus berjuang keras agar bisa mengikuti seleksi di Makassar. Bahkan, mereka sampai meminjam uang sebesar Rp3 juta demi kesempatan tersebut.

Akhirnya Bisa Ikut Kejurnas Disabilitas, Saldi Ucapkan Terimakasih - SPIRITKITA

Baca Juga: Staf Ahli Wali Kota Palopo Hadiri Maulid Nabi di Masjid UIN Palopo

Tak berhenti di situ, peralatan bertanding pun sering kali menjadi kendala. “Semua alat yang saya gunakan saat lomba saya beli sendiri,” ungkap Saldy dengan nada getir. Baginya, perjuangan bukan hanya soal melawan lawan di lapangan, tetapi juga melawan keterbatasan fasilitas yang semestinya bisa didukung oleh pemerintah.

Sebagai atlet yang telah lama berjuang, Saldy berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam hal pendanaan dan penyediaan fasilitas. Ia menegaskan bahwa atlet disabilitas memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama daerah maupun bangsa, asalkan diberi kesempatan dan dukungan yang memadai.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa meningkatkan perhatian kepada kami,” ucapnya penuh harap.

Tak hanya itu, ia juga menitipkan pesan untuk generasi muda yang bercita-cita menjadi atlet. Menurutnya, keberhasilan tidak datang dalam semalam, melainkan dari semangat pantang menyerah.

“Untuk teman-teman yang ingin menjadi atlet, harus semangat dan jangan putus asa,” tuturnya menutup perbincangan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *